Wednesday, April 1, 2009

Aruh Blogger Dalam Kepala

 (Lupa tanggal berapa)
“Kami dari Komunitas Blogger Al Falah. Begini, kami tidak diberi izin keluar untuk mengikuti Aruh Blogger tersebut apabila tidak ada undangan. Jadi, bisakah Kayuh Baimbai membuatkan undangan tersebut? Atau kalau tidak bisa atau repot, kami akan membuat sendiri dan kami minta izin atas tanda tangan palsunya.”
Kira-kira begitulah yang kusampaikan pada panitia Aruh Blogger di halaman Tanya-Jawab.
Hari ini aku pulang ke rumah dalam rangka pulang bulanan, dan singgah dulu di warnet untuk menayakan hal tersebut.



(Besoknya)
Dengan HP, aku puluhan kali me-reload halaman Tanya-Jawab, berharap barangkali jawaban sudah disampaikan. Dan entah yang ke berapa kalinya kah, akhirnya jawaban itu muncul juga:
“Undangan akan kami kirim secara resmi dan atas sepengetahuan Kayuh Baimbai.”
Segera kutulis lagi di halaman tersebut:
“Mun mangirim, jangan lewat perantara. Langsung ja jurung wadah ulun, ulun di asrama Babus Salam. Takunakan ja urang di sana.”
Karena himung, muncullah bahasa aslinya :)

(12 Maret)
“Maulitan di rumah tanggal 22 ini Zian ai...”
Glek! Oh, tidak...!
Tanpa ragu, langsung kuceritakan pada kedua orang tuaku bahwa pada tanggal 22 itu aku akan ikut Aruh Blogger di Banjarbaru.
“Kada Aruh Blogger tu kada papa jua kalu?”
Hah, pertanyaan yang sangat jitu menyerangku. Namun aku langsung bersilat lidah, sekaligus memelas. Dan orang tuaku akhirnya maklum.
Sayang, kata orangtuaku penceramah dan grup maulidnya sudah dibooking. Rekan-rekan juga sudah diundang. Tak mungkin lagi acara maulid di rumahku sendiri itu dipercepat atau ditunda, padahal aku juga sangat ingin ikut acara maulitan tersebut.
Biarlah. Toh acara maulid itu tetap akan berlangsung walau aku tidak ada, dan lagipula aku sudah sangat bosan dengan yang namanya maulitan. Di pondok, hampir tiap hari!

(18 Maret)
Aruh Blogger semakin dekat. Tinggal 4 hari lagi. Sementara undangan belum juga datang. Tak terbilang hari aku menunggu undangan itu. uyuh. Belum lagi teman-teman yang selalu menanyakanku, pabila jar undangannya dikirim, Zian?
Dan siang ini, karena sudah tak sabar lagi, dengan SMS, kutanyakan langsung kepada panitia lewat HP yang kupinjam dari anak buahku. Jawabannya:
“Undangannya kemarin sudah kami kirim. Ditujukan kepada Pengasuh Pondok. Jadi kamu bisa konfirmasi ke Pengasuh Pondok.”
Hah? Apa?

(19 Maret)
Oke, dimulai dari istirahat tadi. Aku ke Pos satpam untuk menanyakan perihal undangan Aruh Blogger. tak mungkin aku langsung menanyakannya ke Pengasuh Pondok, atau bahasa kaminya Mudir. Di sana, satpam Daud duduk dengan santainya.
“Kenapa?” dia langsung bertanya menyambut kedatanganku.
“Semalam ada lah urang maantar undangan?”
“Undangan apa yu?”
“Aruh Blogger...”
“O..., itu, kujurung wadah ketua IKPPF yang tadahulu, siapa ngarannya....”
“Tohir!?”
“Na... iih, takuni ja wadah inya.”
“Makasih Man lah.”
Kebetulan, tohir ada di samping makam Muallim.
“Undangan Aruh Blogger wadah kam kah, Hir?”
“Aduh. Aku kada ingat tarus manjurung wadah Sadam (ketua IKPPF sekarang)”
“Eh, kada papa”
“Ambil ja undangannya di atas lemariku.”
Segera aku ke asrama ustman, asramanya Tohir. Dan dengan sangat mudah undangan itu berada di tanganku. Gemetaranku kembali kumat. Terlalu bahagia dan bersemangat, mungkin.
Siangnya, undangan itu kuserahkan pada Azmi, sang ketua bidang Minat dan Bakat. Selain karena katanya dia juga ikut Aruh Blogger, dari gaya dan juga bicaranya, sepertinya dia ingin sekali mengurus izin keluar untuk Aruh Blogger ini. (Kalau Qori gila blog, Azmi ini gila urus-mengurus)
“Mi, ikam handak maurus izin keluar gasan Aruh blogger ini kah?”
“Iih, sini nah!! Mana undangannya?” Dia sangat semangat, dan sangat bahagia. tu ka, dia gila urus-mengurus kan?
Sorenya, setelah aku main bola dengan anak buah, mandi, bercanda, aku keluar asrama. Dan aku bertemu Azmi. Dia lantas memanggilku. Aku menghampirinya. Setengah berbisik dia berkata,
“Kada diizini Ustadz Sem!”

(20 Maret)
Jam 10 malam, Komunitas Blogger Al Falah (KONTRA) rapat. Aku tak ikut. Tentu saja, sebab aku sudah keluar dari komunitas amburadul tanpa persatuan dan tujuan itu. Hasil rapat itu pun sama dengan Komunitasnya, tak jelas.

(21 Maret)
Aku pulang ke rumah dengan alasan ada acara maulid di rumah besok. Ternyata, acara yang waktunya bertepatan dengan Aruh Blogger itu ada juga positifnya. Sudah jauh hari aku merencanakan ini. Sempat pula singgah di warnet. Nah, untung aku membuka situs Aruh Blogger, jadinya aku tahu bahwa tempat gathering yang semula direncanakan di Aula Gawi Sabarataan dipindah menjadi di Aula Asrama Haji.

(22 Maret)
Pagi, sesudah aku membantu Abah memasang serobong dan sebagainya, aku siap-siap berangkat. Karena tergesa-gesa, aku sampai ketinggalan barang yang sangat berharga: jaket!
Jalanan basah, licin dan becek akibat hujan subuh tadi. Namun aku tetap saja memacu Jupiter MX-ku dengan kecepatan tinggi. Apa boleh buat, jarak Mandastana (kecamatan di Batola)-Landasan Ulin sangat jauh. Syukur aku akhirnya sampai dengan selamat.
***
Belum banyak yang datang. Blogger-blogger Al falah juga belum datang. Dari postingan Agung yang dia posting melalui HP malam tadi, aku tahu bahwa rupanya mereka sudah mendapat izin, namun melalui Ustadz lain. Ah, jangan-jangan mereka belum tahu bahwa tempatnya dipindah.
Fahrizal coba kuhubungi, namun nomornya tak aktif. Kucoba menelpon ke Al Falah, minta panggilkan Fahrizal, tapi kata orang yang mengangkat, ini jam belajar, nanti saja telpon lagi saat istirahat jam 10!
M. Noor juga kukontak. Katanya dia jam 10-an baru bisa ke sini (tapi ternyata jam 11-an). Bicara soal anak-anak Al falah yang bakalan tasasat, dia bilang,
“Bah, bisa ai kaina buhannya ka rumahku dahulu.”
***
Banyak orang-orang Kayuh Baimbai yang menyapaku, padahal aku tak kenal dengan mereka. Haha... Pasti karena saat acara ulang tahun pertama Kayuh Baimbai yang lalu.
***
Saat istirahat sesi pertama, blogger-blogger malang itu akhirnya datang juga. Taksi butut yang mengangkut mereka turut melengkapi penderitaan. Lihat, begitulah santri Al-Falah itu. Begitu masuk aula, mereka gembira sekali melihat foto narsis mereka dipajang. Qori lebih gembira lagi ketika tahu ada internet gratis di sana. Dia langsung main (Yah, seperti kataku, dia itu gila blog). Yang lainnya pun ikut berkerumun. Sampai-sampai tak mempedulikan lagi acara-acara yang berlangsung. Seingatku, dari blogger-blogger Al Falah itu datang sampai acara selesai, yang paling sering memanfaatkan internet gratis itu cuma mereka. Sungguh memalukan, dan juga memprihatinkan!
***
Hujan turun dengan lebatnya, sementara acara masih lama lagi baru selesai.
***
Pemenang-pemenang dibacakan (yang sebagian tidak berhadir). Aku jelas tidak menang, karena postingan yang kuikutkan itu memang jelek.
Ada beberapa yang disayangkan dari acara Aruh Blogger ini:
- Bajunya mahal sekali (75.000), sampai-sampai uangku habis, bahkan minus.
- Dari 400-an peserta yang menyatakan akan hadir, cuma sedikit yang benar-benar hadir. Mungkin tak lebih dari 150 (nanti insya Allah akan kutanyakan berapa tepatnya).
- Acara dari awal sampai akhir tak lebih dari orang-orang yang bicara membosankan minta didengarkan.
- Tempatnya berubah, mungkin ini juga penyebab sedikitnya yang hadir.
Aku berharap, dengan belajar dari kekurangan-kekurangan Aruh Blogger yang baru pertama kali ini, Aruh Blogger ’10 nanti bisa menuai sukses.
***
Senja menjelang, aku pulang. Sempat terjadi sedikit masalah dengan motorku akibat diguyur hujan, yaitu tak bisa digas. Syukur aku bersama Aya, dan syukur bengkel tak jauh. Cukup dengan memutar-mutar gas dan pancingannya tanpa perlu ada yang dibongkar, sang montir berhasil menyelesaikan masalah itu dengan waktu sangat singkat.
Berkat Aya juga, aku pulang tidak terlalu berurusan dengan dinginnya malam, karena dia berkenan meminjamkan jaket. Aya kusinggahkan di Al Falah. Dan aku sampai rumah jam 9-an.
Uyuh...
Salam blogger!

16 comments:

  1. hurufnya besarin dikit, massakit mata auk membacanya :Ddan, salut buat semangat nge-blog anak2 anak al falah, khususnya ente !

    ReplyDelete
  2. aruh blogger bagi saya sedikit mengecewakan karena heboh beritanya ngga seheboh acaranya

    ReplyDelete
  3. Perjuangan yang berat, tapi ada ungkapan kebahagiaan. Penyelenggaraan Aruhblogger harus dikatakan sukses, karena itulah yang pertama, dan tidak ada ukuran atau pembanding acara sejenis di Kalsel.Kauyuhan .... ha ha ha ... salam

    ReplyDelete
  4. Wah blog'y keren...bagi tips'y donk mas....

    ReplyDelete
  5. Selamat atas terselenggaranya Aruh Blogger.Salam hangat, salam kenal..Artikel tarbaru Murid Baru: Kepedulian pada Bencana Mungkin Sekadar Pola Hidup Topikal

    ReplyDelete
  6. Duhh....uyuhnya hah,mambacanya.Kurang labih kayatulakannya jua...:-(Eh,di foto atastu,ada aku loh....Pakai baju biru duduk pamukaan ! (eh,emangnya siapa yg batakun lag,atuh...)

    ReplyDelete
  7. @ warmya, kami memang penuh semangat.@ agungwajar gung. kan yg pertama.@ DeLiaAmiiin@ HE. Benyamine Betul juga tu.@ hunttwo iya dong, klik aja kategori tips n trik@ Murid Baru Salam kenal juga@ Arief brianKada tapi paham aku tay ai..

    ReplyDelete
  8. He... ternyata termasuk tipe pemberontak juga...Heeh, bener tu. Di awal banyak yang membosankan. Aq termasuk orang yang cuma datang bentar langsung pulang

    ReplyDelete
  9. Ha..ha..ha..rame lah kisahnya...!

    ReplyDelete
  10. wleh wleh, kawan wahini nah bahaya banar

    ReplyDelete
  11. wah....kelhtannya rame tu;-)

    ReplyDelete
  12. buset , lengkap banget kronologisnya ,

    ReplyDelete
  13. @ Miss IsKo pulang?@ randualamsyahya, begitulah.. Btw, membaca garang?@ RainTurbApanya nang bahaya nur?@ liviakada rami jurang!!@ Rizalkalu pina polisi manakuni Zal ai...

    ReplyDelete
  14. @ hariesajaSantri blogger memang harus nekat!

    ReplyDelete