Friday, October 29, 2010

Sadarlah Saudaraku... (Komentar buat Komentar)

Kemarin postingan saya berjudul "Jihad Luar Biasa" masuk koran Banjarmasin Post.

Sebenarnya postingan itu postingan lama, dan sebenarnya memang sudah lama pula saya kirim ke Banjarmasin Post. Entah kenapa, baru sekarang tulisan itu masuk.
Tidak ada yang aneh sebetulnya dalam postingan itu, namun tahu-tahu muncul sebuah komentar ke blog saya yang bunyinya demikian:




Assalamuallaikum Wr.Wb.
ana hanya ingin komentar tentang jihad yg antum tulis d B-Post
sejauh mana antum mengetahui tentang jihad sehingga antum berani mendevinisikan jihad hanya sebatas yg guru antum lakukan

kalau antum tdk memiliki pengetahuan tentang jihad bagaimana…….jgn antum menyebar pemberitaan yg menyudutkan saudara sendiri

antum lihat negeri ini tdk berhukum dgn hukum islam
apakah ini yg patut antum banggakan
pemimpin negeri inikah yg antum harapkan padahal QS An Nisa 59 sdh menjelaskan pemimpin yg bagaimana yg harus d taati

hukum apakah pemerintah kita berhukum dgn hukum islam?
sedangkan QS Al MAidah 44 …………..Barang siapa yg tdk memutuskan dgn apa yg Allah turunkan maka mereka adalah kafir…

ibnu katsir pernah menulis jaman dulu ada hukum yg nama namanya Al Yasiq yg d bikin oleh jengis khan d dlm nya ada hukum yahudi,nasrani,hukum islam dan pemikiran jengis khan apakah hukum ini bisa dsebut hukum islam karena ada membuat islam d dlmnya….d sana dkatakan tidak karena bingkai hukum tersebut bukan karena Allah
begitu jg demokrasi pancasila walaupun ada hukum islam tetap bukan hukum islam namanya karena bingkainya bukan Lillahitaala…….ana harap antum jgn sempit masalah jihad

islam mengajarkan kasih sayang,akhlak mulia,sopan santun,budi pekerti,kedamaian
dan islam jg mengajarkan pembelaan,perlawanan,keberanian

jihad secara syar’i adalah perang dgn musuh kafir
jihad secara istilah adalah berusaha bersungguh2 melaksanakan, mendakwahkan agama Allah(islam)
jangan antum teracuni demokrasi atau racun2 fatwa yg tdk menghendaki islam tegak ….sadarlah saudaraku


Jujur, setelah membaca komentar tersebut, saya merinding. Tapi setidaknya saya ingin menanggapi komentar tersebut.
Pertama, saya sangat berterimakasih atas komentarnya tersebut, karena dengan itu saya jadi lebih menyadari akan perbedaan pemikiran. Saya anggap itu masukan buat saya, untuk lebih berhati-hati lagi dalam menulis.
Kedua, saya hanyalah orang biasa, orang kebanyakan. Bukan orang dengan pengetahuan agama yang begitu luas yang hapal banyak dalil baik dari Al Qur'an maupun Hadist Nabi. Dan sebagai orang yang biasa, tentunya saya merasa benci dengan ulah para teroris yang sungguh meresahkan itu, saya benci bila agama saya disebut sebagai agama teroris, saya benci akan ketidaktahuan mereka tentang Islam yang sesungguhnya, saya benci bila jihad dikait-kaitkan dengan terorisme.
Ketiga, dalam tulisan saya itu saya tidak mendefinisikan jihad, saya hanya menyampaikan bahwa jihad tak harus dengan bom, bahwa banyak cara yang bisa dilakukan untuk berjihad salah satunya sseperti yang Ustadz saya lakukan, yaitu mengikhlaskan dirinya untuk memajukan agama Allah lewat mengajari ilmu faraidh (waris) kepada kami, para santri.
Kelima, saya tidak menyudutkan saudara sendiri, karena saya memang tidak bersaudara dengan para teroris yang menjatuhkan martabat Islam itu.
Keenam, negara kita memang bukan negara islam, karena yang tinggal di sini bukan hanya orang Islam, jadi memang sangat wajar bila bukan hukum Islam yang digunakan dalam pemerintahan, meskipun kita tahu bahwa hukum Islamlah yang terbaik. Kalau ingin negara dengan hukum Islam, buat saja negara sendiri!
Ketujuh, Islam memang mengajarkan pembelaan, perlawanan dan keberanian. Dan kapan hal itu dilakukan, juga telah diajarkan dalam Islam. Bila orang Kafir memerangi dengan pemikiran, lawanlah pula dengan pemikiran. Bila memang ingin berperang dengan senjata, pergi saja ke Palestina. Ini Indonesia!
Kedelapan, janganlah teracuni dengan jihad yang salah caranya itu, yang akibat akhirnya ialah semakin tersudutnya Islam, sadarlah saudaraku...

44 comments:

  1. merinding emang baca komentarnya... tetapi aku setuju dengan tanggapanmu... walau mungkin bisa dikatakan membela diri tetapi menerima perbedaan dalam sebuah pandangan itu memang penting...

    tentang jihad... hmmm...
    memang tak setuju jika apa yang dilakukan para teroris disebut jihad, karena banyak orang tak berdosa yang menjadi korban >.<

    nice post sobat...

    ReplyDelete
  2. Mudahan kita tak menjadi korban.

    ReplyDelete
  3. ana sarankan antum baca buku Ma Alim Fith Thoriq (Sayyid Quthb)
    Al Jihadu Sabiluna Dr.Abdul baqi Ramdun
    sekumtum rosela pelipur lara (Imam samudera)
    Karakteristik lelaki Shaleh(Ustadz Abu Jibriel)
    Tarbiyah jihadiyah (Dr abdullah Azzam)
    demokrasi sejalan dgn islam? (dri Abu Muhammad al Maqdisy)pengarang buku Millah Iberahim
    pokok2 aqidah (dri syeikh Abu Mun'im Mustafa halimah)
    disana akan antum dapatkan kenapa harus jihad,apa itu
    murjiah(Irja),ahlu sunnah wal jamaah,khawariz,rafid'ah dll ..apa yg harus
    dlakukan kt sbg umat islam,hukum demokrasi, nah setelah baca buku itu lalu antum cocokan dgn kitab Suci atau sirah2 nabi,habis itu baru antum komentar,,,,,,,,,,coba antum lihat vaksin utk haji dr babi......lalu d buatkan fatwa hukumnya darurat..padahal jika ada sesuatu yg haram d dlm tubuh amal ibadah akan tertolak

    sesutau yg haram harus ada dalil knp itu d bolehkan

    teroris berasal dari org kafir
    mujahidin dari islam

    ReplyDelete
  4. hemmm keren2...ini membuka pemikiran saya, saya hanya mau menengahi, janganlah dianggap debat, karena debat hukumnya makruh, lebih baik kita diskusi, dan seperti itulah setiap orang mempunyai pemikiran masing-masing, dan kita harus menghormati itu...memang banyak hal-hal dakwah yang berkaitan dengan jihad, tetapi kita sekarang berada di indonesia yang negaranya mempunyai aturan tersendiri, bukankah kita harus mengikuti aturan dan menghormati pemimpin negara tersebut selama pemimpin tersebut tidak menyuruh kepada kedzoliman, yang tidak kita sadari, kita menyalahkan pemerintahan di indonesia padahal yang rusak itu adalah diri kita, perbedaan pendapat berbagai ulama, entah itu ulama salafi maupun khalafi, sehingga kita tidak bisa memaksakan kehendak kita. tetapi untuk jihad kita bisa memulai dari hal yang kecil, jihad melalui sungguh2 dalam menuntut ilmu agama juga jihad, jihad bukan berarti harus perang, karena di zaman Rasulullah sendiri pun, Rasul tidak pernah langsung menyuruh untuk berperang, tetapi dengan ajakan beberapa kali, kalau tidak bersedia yaa tidak dipaksakan, yang membuat berperang tersebut itu karena utusan2 Rasulullah dibunuh, atau karena musuh yang mengajak berperang. kita harus menghormati agama lain karena "bagimu agamamu, bagiku agamaku"
    liqulli maqomin maqolun, jadi kita harus menyesuaikan juga. kita berada di Indonesia maka kita harus menghormati umat beragama, beda seandainya kita berada di palestina yang disana jihad perang lebih utama. dari pada kita memikirkan hal-hal yang tersebut alangkah lebih baik kita bagaimana caraya membumikan islam pada kehidupan sekitar kita, karena seandainya semua orang muslim mempunyai pegangan dan pondasi agama yang kuat maka insya Allah tanpa disadari kehidupan kita pun akan menggambarkan kehidupan islami seperti yang diinginkan Rasulullah, sekarang bukan zaman perang tetapi adalah zaman intelek dimana keilmuan lebih diutamakan. karena kita hidup dilihat dari berbagai sudut....mohon maaf kalau ada yang kurang nyaman, ini hanya diskusi, semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. aminn wallahu a'lam bisshowab

    ReplyDelete
  5. oh ya akh izoel = “bagimu agamamu, bagiku agamaku”(Qs.Al Kafirun)
    asbabun nuzul dari ayat ini adalah
    kafir quraisy meminta kepad Nabi agar meyembah berhala satu tahun kemudian meraka juga akan meyembah Allah satu tahun lalu turunlah ayat ini
    menafsirkan ayat jgn hanya sebatas asbabun nuzul saja karena akan sempit,,,tp keluasan makna yg d ambil

    dari segi peribadatan saja kt dilarang mengikuti atau kompromi dgn kafir apakah hukum islam bukan ibadah? apakah indonesia ini yg antum anggap sdh benar menurut islam mohon d jawab akhi

    para pembela hukum buatan kafir slalu memgumandangkan ayat ini sbg bentuk toleransi,,padahal mereka meletakan tdk pada tempatnya apakah antum berani menangung resiko karena mengatakan yg semstinya tdk pada tempatnya

    apakah menurut antum sdh benar kita dgn system yg ada ini
    bukan kt membiarkan kafir dgn semaunya toh ada toleransi d islam...memang dlm islam ada toleransi tp yg bagaimana dulu....jgn asal copas ana harap ini dpt bermanfaat bg kita aminn ya robbal alamin

    ReplyDelete
  6. Hanya satu kata "Luar Biasa"
    ana tak mampu berucap lebih dari itu karna seperti yang antum katakan "jgn memberi komentar jk ana sendiri belum terlalu paham tentang ilmu tsb"

    ReplyDelete
  7. Assalamu 'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.
    Setelah membaca komen" ini, maaf, saya tambah yakin bahwa kebanyakan orang islam hobi berdebat atau diselewengkan sbg diskusi, padahal sejatinya adalah debat. Setiap hari fokus di debat, saling bantai argumen pada sesama saudara sendiri. Waktu terkuras di debat, sementara di belakang punggung kita, musuh yg mengancam 13 langkah telah maju duluan.
    Cuma satu yg terpikirkan olehku yg bodoh ini: apa jadinya jika ahlussunnah, khawarij, murji'ah, wahabi dll, dalam artian seluruh ummat islam, semuanya bersatu?
    Kita tahu, sulit bersatu di atas perbedaan. Namun untuk bersatu kita tidak selalu harus menghapuskan perbedaan, kita cukup mencari kesamaan.
    Saya bertuhan Allah subhanahu wa ta'ala, nabi saya Muhammad shollallahu 'alaihi wa sallam, agama saya islam, saya sholat 5 kali sehari dan mengarah ke ka'bah, jika saya kentut maka wudhu saya batal, agama saya melarang makan batagor tanpa membayar, dan saya juga dilarang ngintip cewek di toilet.
    Apakah kalian juga begitu?
    Kita punya kesamaan dan kita bersaudara, dan jujur, aku malas nyari perbedaannya.

    ReplyDelete
  8. Ehem ehem....
    Wah, seru sekali ya.... hehe...
    Assalamu'alaikum Wr. Wb.
    Saya sebenarnya jadi bingung, kenapa yang mulanya hanya cerita soal Ustadz saya dan mengatakan bahwa itu salah satu contoh Jihad yang luar biasa, malah menjadi perbincangan soal negara, politik, pemerintah, KUHP, Pancasila, sistem khalifah, syirik, vaksin babi, dsb. Kalau masih ada kesempatan, bagaimana kalau kita juga membicarakan soal bencana yang melanda Indonesia baru-baru ini?
    Tapi baiklah, karena ini adalah diskusi, tidak masalah hal demikian, sekalian supaya lebih membuka wawasan kita bersama, saling berbagi pendapat, berbagi ilmu, sharing, atau apalah namanya.
    Sebelumnya, bolehlah kiranya saya juga ikut-ikutan pakai dalil. Kata Nabi, (lupa riwayat siapa) "Perbedaan (pendapat) di antara ummatku ialah rahmat" . Jadi semoga saja perbincangan kita ini menjadi rahmat. Mohon maaf, karena saya tak hapal banyak hadist dan Ayat Al Qur'an.

    Oke, buat saudara Firdaus, saya setuju sekali dengan pendapat Anda, bahwa hukum Islam memang harus ditegakkan. Barangkali, karena sistem yang ada inilah negara kita menjadi bobrok. Dan saya juga tak pernah sekalipun mengatakan bahwa saya bangga dengan pemerintahan yang ada ini. Tapi bagaimana hal itu bisa terwujud, mungkin perlu dirumuskan lebih lanjut. Kalau hanya dengan tulisan, demo, atau tindakan anarkis, saya rasa hal semacam itu agak mustahil. Mungkin bisa dilakukan secara bertahap, dari kecamatan, kabupaten, provinsi (seperti Aceh, barangkali), baru negara. Saran saya, sebaiknya ada orang seperti Anda yang ikut menjadi anggota dewan, atau mencalonkan diri menjadi presiden sekalian. Bagaimana?


    Pendapat saudara Izul juga benar, yaitu mulailah dari diri kita sendiri. Izul juga benar bahwa zaman sekarang ini zamannya intelek. Tanpa kita sadari, seperti kata saudara Ilham, saat kita sedang 'asyik' berdebat, bangsa barat sudah melangkah 13 langkah di depan kita. Tanpa kita sadari pula, komputer yang kita gunakan sekarang ini pun produk Yahudi, sistem operasi Windows yang kita pakai juga milik perusahaan Yahudi, dan barangkali media blog Wordpress yang kita gunakan ini pun juga miliknya Yahudi. Lalu kenapa tidak ada yang dari orang Islam? Semoga ini juga menjadi renungan.

    Bila ada salah atau ada yang kurang berkenan, mohon maaf.

    ReplyDelete
  9. Pancat badahulu sidin, haha....

    ReplyDelete
  10. Ini kan lagi diskusi Ham? Di perkuliahan antum tidak ada ya yang namanya diskusi? Yang ada cuma membetulin antena TV ya?
    Diskusi itu, Ham, apabila ikutan ngomong dikasih nilai sama dosennya.... haha.... Jadi memang harus ada perbedaan, supaya ada yang diomongkan. wkwkwk...

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah, 'saudara-saudaranya' sudah, seperti majalah Al Waie (punya banyak di rumah) dan buletin Al Islam (tiap Jum'at baca di mesjid).
    Yah, saya memang tidak banyak tahu soal begituan, karena memang semua orang punya pengetahuan mereka sendiri yang tidak diketahui oleh orang lain, kecuali Allah Yang Maha Tahu.
    Namun setidaknya saya mengerti, bahwa tujuan utamanya ialah menegakkan khalifah. Setuju saya dengan itu, namun tak bisa ikkut-ikutan karena saya juga punya tugas lain yang tak kalah penting.

    ReplyDelete
  12. hmm.. saya termasuk orang yang belum mengerti banyak tentang agama, apalagi samapi mendalam begini. yang saya tau hanyalah.. terkadang berbeda pendapat adalah hal yang indah, karena memang kita tak hidup sendiri hehehe..

    trimakasih sudah mampir ke puisi cinta, itu bukan curhat, itu puisi curhat haha

    ReplyDelete
  13. terimakasih atas masukannya....
    sekarang alangkah lebih baik bagaimana caranya agar kita bisa bersikap bijak dalam menyikapi berbagai hal, bukankah Rasulullah adalah suri tauladan yang sangat bijak bagi kita semua. maaf sekali lagi mohon maaf, saya hanya ingin berbagi bahwa Rasulullah tidak pernah mengajarkan untuk menghina orang lain, saya melihat dari awal anda berkata-kata, perkataan tersebut seakan pedas sekali, dengan mudahnya anda mengatakan "ustadz tidak tahu, salah belajar agama, atau ucapan hina-hinaan yang sangat tidak bagus sekali untuk dikatakan" bagaimana Rasulullah berdakwah, beliau dengan lemah lembut, bukan menghina atau mencaci orang lain. Rasulullah tidak pernah mengatakan kamu salah, tetapi dengan kata "kamu kurang benar", seandainya anda sepeti ini terus maka orang akan menganggap islam itu agama kekerasan, bukan agama kesejukan. saatnya introspeksi diri kita, jangan hanya merasa diri kita yag paling betul, dan janganlah kita bisa memaksakan seseorang karena setiap orang tergantung bagaimana Ilham yang diberikan Tuhan. terimakasih atas semuanya. marilah kita banyak2 minta ampun, karena hanya Allah yang Maha Tahu segalanya....

    ReplyDelete
  14. berkunjung mo ikutan baca postingannya kawan
    terima kasih

    ReplyDelete
  15. @iezol: apa yg keluar dari mulut Rasulullah SAW semuanya hikmah :

    Nabi SAW di anggap tdk adil olehnya dan beliau menjawab “Celakalah kamu ! lantas siapa yg berbuat adil kepadamu setelahku!? kemudian Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya dlm umatku terdpat org semodel ini, mereka membaca Al-Qur’an tdk melewati anak tengorokan mereka, jika mereka muncul bunuhlah,kemudian jika mereka muncul bunuhlah!’

    atau ketika gigi Nabi SAW Patah dalam perang dan beliau berkata Celakalah ,,,,,,,atau pada peristiwa lainnya apakah kata celaka si a, celaka si b, celaka si c itu kata2 kasar?

    jawabannya adalah semua perkataan dari Nabi adalah hikmah untuk islam karena jelas mereka adalah musuh agama

    sedangkan yg ana katakan:

    jd jgn termakan racun murjiah yg selalu melemahkan hukum padahal ulama2 islam sdh menyampaikan tp apakah ustadz nya yg kurang pengetahuan atau sengaja menutupi kebenaran

    ana tdk sedikitpun mengatakan kata penghinaan tp coba antum telaah kembali kalimat tsbt,apakah ana mengatakan ustadz tdk tahu(tdk tahu itu bermakna seorg tanpa ilmu sama sekali tp dia berani berkata tp kalau kurang tahu dia mungkin blm tuntas mengkajinya) sedangkan menutupi kebenaran dia tahu tp dia hanya sampaikan yg sekiranya dpt membuat org pd senyum atau tdk menerangkan secara detail apa yg dmaksud sehingga makna menjadi kabur dan luas g beraturan contoh:

    Hai org2 yg beriman ,taatilah Allah dan taatilah Rasul9Nya) dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah(Al qur’an) dan Rasul(Sunnanya),jika kamu benar2 beriman kpda Allah dan hari kemudian. yg demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.Apakah kamu tdk memperhatikan org2 yg mengaku dirinya telah beriman kpda apa yg diturunkan kepadamu dan kpda apa yg diturunkan sebelum kamu Mereka hendak berhakim kepada thagut, padahal mereka tlah diperintah mengingkari thagut itu,. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka(dgn) penyesatan yg sejauh2nya.Apabila dikatakan kepada mereka “marilah kamu( Tunduk) kepada hukum yg Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul’ niscaya kamu lihat org2 munafik menghalangi(manusia) dgn sekuat2nya dari(mendekati) kamu (Qs.An Nisa 59-61) seperti ayat ini apakah yg org atau siapa saja yg pro pemerintah mau menerangkan ayat ini dgn sebenar artinya dan maknanya

    tidak saudaraku, ana telah melihat realita jd ana berani berkomentar

    bukan hanya d blog ini memberi komentar tp di tepat lain juga tujuan nya agar tdk ada kesalahpahaman dlm menafsirkan

    ana sarangkan antum membaca lg sirah NAbi SAW dan tafsir2 yg lain apa dan bagaimana sikap NAbi SAW menghadapi org munafik dan kafir/musyrik, niscaya antum akan mengerti
    semoga kt mendapat petunjuk ,rahmat dan hidayahNya

    DAKWAH WAL JIHAD



    dlm hal selain ana ingin memberikan bantahan atas tulisan d B Post juga sedikit membagi pengetahuan yg ana ketahui
    islam adalah agama damai dan penuh cinta kasih tp jg mengajarkan pembelaan dan perlawanan

    jd

    ReplyDelete
  16. Saya sudah pernah mengikuti berbagai forum pengajian, dari salafi, abu bakar ba'asyir, tarbiyah, muhammadiyah, mta, dll. Terkesan tidak istiqomah dengan satu golongan memang. Ada yang membuat saya tidak istiqomah, diantaranya adalah sikap paling benar sendiri terhadap golongannya. Juga ada kelompok yang gampang mengkafirkan muslim di luar golongannya. Dari debat ini terlihat sekali para komentator berusaha mempertahankan pendapatnya, sehingga terkesan pendapatnyalah yang paling benar. Berdamailah...kalau memang tak mau berdamai "bagimu amalmu dan bagiku amalku". Mari kita beramal dengan amalan yang kita anggap paling benar menurut kita, karena saya yakin perdebatan seperti ini tak akan pernah berakhir dengan satu kesepakatan.

    ReplyDelete
  17. @nurhayadi : bagaimana antum menyikapi koment d atas....apakah antum mengira kami bermusuhan sehingga d suruh berdamai......sama sekali tdk ada niat untuk bermusuhan yg ada hnyalah berusaha memberitahukan atau membuka pemikiran saudara2 kita tentang apa yg kita hadapi d zaman ini dan tentunya koment saudara kita tentang jihad dan memvonis se2org itu seorg teroris padahal kebanyakan org tdk mengetahui jalan hidup org yg d vonis bahkan tdk pernah mendengar pembelaan diri mereka dan ini tentulah tdk adil.....di pengadilan thogut saja yg tdk memutuskan dgn hukum Allah seorg tersangka sebelum divonis terlebih dahulu d tanyakan saksi dan pembelaan diri si tersangka baru hakim memutuskan.....lha org kebanyakan ini mendengar pembelaan diri mereka
    saja blm pernah sdh memvonis

    Mari kita beramal dengan amalan yang kita anggap paling benar menurut kita, : apakah tdk lebih baik beramal menurut islam bukan pemikiran kita, karena g wajar kalau kt beramal tdk sesuai tuntunan

    dari pengelanaan antum dlm pencarian antum dgn mengikuti pengajian2 tsbt apakah ada yg menurut antum yg sesuai dgn apa yg d inginkan islam atau g ada yg sesuai dgn yg antum rasakan/inginkan (secara pribadi)

    kalaupun ada yg bagaimana?

    masalah takfir memang bagi segolongan org terdengar sangat tdk bersahabat bagi telinga mereka bahkan kalau perlu jgn ada takfir
    kalau ada dalil2 yg telah mengatakan kafir maka kt selaku umat juga harus mengatakan kafir karena kt mengikuti Al qur'an dan hadits

    Apa yg Al-Qur'an nyatakan kafir maka kitapun harus menyatakan kafir
    kalau tdk berarti kita tdk mengukuti ajaran islam dgn benar karena pembangkangan kt hanya karena ingin biar org g marah atau tersinggung

    apakah kt tega melihat org menjadi kafir dgn hanya berdiam diri tdk memberi tahukan bahwa apa yg dia lakukan dapat mengelurkan dia dari islam (murtad) atau kita beritahu dia walaupun ada resiko tetapi ini akan membuat dia selamat...ana lbih suka melihat saudara kita se iman selamat di dunia dan akhirat dari pada dia hidup bebas d dunia tp siksa telah menunggu

    ketahuilah ana akan setuju dgn siapa saja, jd ana bukan org yg menganggap golongan ini atau itu benar, tentunya yg islam kalau dia mengatakan dgn dalil yg syar'i

    apakah QS. Al Maidah ayat 44 s/d 47 kurang jelas menerangkan
    tentang org yg berhukum selain Islam

    ana hanya berusaha menyampaikan agar saudara kita mengetahui,,dan ana tdk mengharapkan berakhir hanya dgn kesepakatan,ana mengharap lbih dari itu yaitu terbuka nya pikiran saudara2 kt tentang islam itu bagaimana sehingga mereka akan mengali lbh dalam, tujuan tentu untk mengamalkan islam sesuai tuntunan bukan berdasarkan pemikiran kita

    di akhir koment ana semoga kt semua diberikan rahmat,taufik dan hidayahnya tentunya dgn kehidupan yg islami yg mana dgn tegaknya islam maka terciptalah Rahmatan lilalamin

    Jazakallahu khoyron

    ReplyDelete
  18. @Firdaus Irhaby, alhamdulillah bila debat ini justru menimbulkan persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah makin erat. Saya su'udzan, dan saya istighfar, minta ampun kepada Allah atas kekhilafan saya ini.
    Ada satu pertanyaan mas Firdaus yang sering pula saya dapati dari teman-teman saya. "dari pengelanaan antum dlm pencarian antum dgn mengikuti pengajian2 tsbt apakah ada yg menurut antum yg sesuai dgn apa yg d inginkan islam atau g ada yg sesuai dgn yg antum rasakan/inginkan (secara pribadi)

    kalaupun ada yg bagaimana?"
    Sulit saya menjawab pertanyaan ini. Mungkin memang salah saya untuk tidak mengikuti pada satu golongan saja, dan meyakini bahwa satu golongan itu yang paling benar.
    Pernah saya mengikuti satu golongan, dimana golongan itu menganggap kafir orang yang berhukum selain hukum Allah, yang pada akhirnya menganggap pemerintahan RI adalah pemerintahan Thaghut, dan barangsiapa yang menjadi pendukungnya adalah masuk kepada kekafiran. Ada dalil yang kuat.
    Satu golongan yang lain menyatakan wajib hukumnya ta'at pada penguasa, selama penguasa itu tidak memerintahkan untuk bermaksiat. Mereka menganggap orang-orang yang menentang penguasa sebagai kaum khawarij, kaum pemberontak. Ini juga ada dalil yang kuat.
    Trus saya juga pernah mengikuti pengajian yang menghalalkan daging anjing, padahal golongan ini punya pengikut yang sangat besar.
    Entahlah... mereka semua mengatakan mengambil qur'an dan Sunnah sebagai pedoman, tetapi ternyata bisa berbeda dalam menyikapi. Itulah mengapa saya mengatakan "kita beramal dengan amalan yang kita anggap paling benar menurut kita", mungkin salah pernyataan ini, tetapi kenyataan yang saya temui walaupun mereka berbeda pemikiran namun mereka mengambil dalil dari qur'an dan sunnah. Qur'annya sama Haditsnya sama...trus koq bisa berbeda penerapannya?
    Menurut antum begini "apakah tdk lebih baik beramal menurut islam bukan pemikiran kita, karena g wajar kalau kt beramal tdk sesuai tuntunan". Memang ga wajar kalau kita tidak ikut tuntunan, tapi menurut antum tuntunan yang mana? Saya yakin jawabannya adalah kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah Rasul, tapi Qur'an dan Sunnah menurut siapa dulu? Menurut Salafi? Salafi Yamani Salafi Haroki, Ikhwanul Muslimin, HT, MTA, LDII, Jama'ah Tabligh, Abu Bakar Ba'asyir, FPI, atau yang lainnya.
    Akhirnya tergantung kepada kemantapan kita dalam memilih pemikiran. Yang paling benar menurut kita yang mana.
    Afwan...mungkin saya salah dalam hal ini, mungkin pilihan antum memang paling benar sehingga tidak perlu melibatkan diri sendiri untuk menilai kebenarannya.
    Saya pernah mengikuti pengajian Fiqih Jihad bersama Ustz Abu Bakar Ba'asyir di Masjid Istiqomah Penumping Solo, isinya mirip dengan yang antum sampaikan.
    "Bagimu amalmu dan bagiku amalku", semoga ukhuwah Islamiyah tetap terjaga.
    Jazakumullahu khairan

    ReplyDelete
  19. @:akhi nurhayadi : boleh g tanya dalil pernyataan d bawah ini kalau memang kuat

    Satu golongan yang lain menyatakan wajib hukumnya ta’at pada penguasa, selama penguasa itu tidak memerintahkan untuk bermaksiat. Mereka menganggap orang-orang yang menentang penguasa sebagai kaum khawarij, kaum pemberontak. Ini juga ada dalil yang kuat.

    nampaknya antum kesulitan membedakan ya

    banyak sekali ulama islam yg dapat kita ambil ilmunya dari kitab yg beliau2 karang tentunya yg tdk d ragukan lg ke ilmuanya
    semoga saja kt semua selalu dalam lindungannya..amin

    emoga ukhuwah Islamiyah tetap terjaga.
    Jazakumullahu khairan

    ReplyDelete
  20. oh ada ketingalan sedikit akhi

    Satu golongan yang lain menyatakan wajib hukumnya ta’at pada penguasa, selama penguasa itu tidak memerintahkan untuk bermaksiat. Mereka menganggap orang-orang yang menentang penguasa sebagai kaum khawarij, kaum pemberontak. Ini juga ada dalil yang kuat.

    ini adalah pernyataan yg sering d kumandangkan salafi maz'um

    andaikan mereka hidup d bawah sistem komunis,kapitalis,sosialis, niscaya mereka juga akan mengunakan dalil g boleh memberontak ulil amri selama g menyuruh maksiat...ini akan berlanjut akhi

    ana harap ada renungan atas apa yg telah kt tulis d dunia maya ini
    sekali lagi

    semoga ukhuwah Islamiyah tetap terjaga.
    Jazakumullahu khairan

    ReplyDelete
  21. @Akh Firdaus, ma'af saya tidak bisa menunjukkan dalilnya. Memang betul itu dikumandangkan kalangan Salafy. Kalau antum ingin tahu bisa masuk ke majlis mereka, berdiskusi dengan mereka. Afwan, bila saya yang menyampaikan takut tidak sesuai dengan pemikiran mereka karena saya bukan penganut ajaran salafy.
    Jazakallahu khair atas perhatiannya.

    ReplyDelete
  22. aku menyimak tulisan dan komentar semuanya

    ReplyDelete
  23. Lama tak dilihat, ternyata tambah seru ya.... he.
    @ Firdaus:
    Kita ambil contoh, anggaplah saudara saya naik motor dengan kencang, ugal-ugalan, sambil mencet-mencet HP lagi, terus dia kecelakaan. Nah, bukankah kecelakaan itu adalah hal yang wajar mengingat apa yang dilakukannya, dan saya pun bilang: wajarlah kecelakaan kalo naik motornya gitu!
    Tapi apakah itu artinya saya senang/rido? Tentu saja tidak.
    Namun bila Anda memang tidak berkenan dengan tulisan saya "....jadi memang sangat wajar bila bukan hukum Islam yang digunakan dalam pemerintahan, meskipun kita tahu bahwa hukum Islamlah yang terbaik....", baiklah, tidak papa, itu hak Anda. Dan bila Anda beranggapan bahwa dengan tulisan tersebut bisa menjadi syirik/kafir, maka saya sangat berterimakasih atas peringatannya.
    Memang ada banyak hal yang bisa menjadikan syirik, seperti kesombongan, karenanya kita dianjurkan untuk selalu mentajdid syahadat.

    O iya, bila menurut Anda aksi teror yang sudah-sudah ini adalah jihad dalam hal melawan pemimpin yang zolim, saya tetap bingung kenapa yang dibom itu bukan rumah presiden saja, tapi malah tempat wisata (Bali) atau hotel. Bila karena di sana ada orang Kafir, bukankah tadi sudah Anda terangkan bahwa ada yang namanya Kafir Zimmi yang kita tak boleh mengusiknya? Nah, bukankah mereka itu hanya kafir zimmi yang tidak ada sangkut pautnya dengan pemerintahan, bukan kafir harbi? Belum lagi jika seandainya (dan ini sangat mungkin) di sana ada orang Muslim.
    Bayangkan jika seandainya keluarga atau kerabat Anda sendiri yang tidak tahu apa-apa malah menjadi korban karena barangkali kebetulan lewat, mungkinkah Anda masih membela aksi tersebut sebagai bentuk jihad?
    Di samping itu, apakah aksi teror yang sudah-sudah ini memberikan perubahan pada sistem pemerintah kita? Sama sekali tidak! Yang ada Islam justru semakin terpojok. Bahkan pesantren-pesantren dianggap sebagai sarang teroris.

    Indonesia memang sedang diperangi oleh orang Kafir, tapi tidak dengan genjatan senjata. Mereka memerangi kita lewat pemikiran (mengadu domba), lewat teknologi (bayangkan betapa hebatnya mereka menghabiskan waktu generasi muda hanya untuk fesbukan), lewat hiburan (televisi), lewat makanan (hampir semua produk makanan yang ada ini mengandung msg, pengawet, penguat rasa), juga lewat obat-obatan (seperti yang Anda terangkan sebelumnya, yaitu vaksin untuk haji yang terbuat dari enzim babi). Kenapa kita, umat Islam tidak melawan hal itu semua dengan menguasai bidang teknologi, bidang hiburan, bidang makanan atau bidang farmakologi? Kenapa kita tidak meneliti/menciptakan vaksin lain yang halal untuk ibadah haji? Kenapa kita tidak membuat perusahaan makanan yang terhindar dari zat-zat kimia berbahaya? Kenapa kita tidak membuat saluran televisi baru yang islami dan tidak kalah bersaing dengan stasiun televisi lain?

    Salah kata mohon maaf.
    Wassalam....

    ReplyDelete
  24. Kalo antum jadi presiden kan suara antum bisa didengar dan diterapkan?

    ReplyDelete
  25. puisi curhat yang indah....

    ReplyDelete
  26. @Zian: Kafir dzimmi adalah kafir yg hidup d bawah daulah islam?dan ini wajib d lindungi......indonesia apakah daulah islam(antum pelajari dulu lebih dalam tentang islam dan apa2 yg harus dan boleh) baru koment

    untuk lbh jelas nya masalah bom bali antum cari buku karangan Asy(syahid InsyaAllah) Imam Samudra yg berjudul AKU MELAWAN TERORIS......Disana akan antum dapati jawaban2 dari yg melakukan BOM BALI(kenap harus dibali,bom bali jihadkah, ekonomi indonesia hancur gara2 bom bali,kenpa dia memilih bali?, antum akan mendapatkan jawaban itu dl disertai dalil2l......hanya sebuah buku yg d karang Mujahid Imam samudra banyak tokoh yg kebakaran jenggot dan buku ini g antum dptkan d gramedia

    maslah vaksin apakah harus? bg tiap jemaah haji,, hanya jaman sekarang yg melakukan itu

    dan ini hasil dri pergaulan dgn kafir laknatullah

    antum lihat d banjarmasin THM marak dan jelas d sanalah tempat obt maksiat beredar,,,,,,antum th g rudi arifin ngejawab d face book nya,,,tentang THM itu wewenang walikota titik

    fasilitas d sediakan bagaimana mau memberantas dari atas sdh otk nya tercemar dan tak mampu berfikir bersih



    banyak sekali produk halal yg dpt berubah menjadi haram

    obt yg jelas2 halal dapt berubah jd haram kalau kt menkonsumsi secara berlebihan dan menyebabkan kemudharatan

    nampaknya antum g mengerti atau memang g mau ngerti sampai msg antum kategorikan juga he he.....

    ReplyDelete
  27. Wah, sepertinya Anda kurang atau belum tahu tentang betapa sebenarnya msg (Monosodium glutamat) itu sangat berbahaya dan hasil konspirasi Yahudi yang berhasil masuk ke makanan-makanan kita. Coba dicari aja di internet, pasti banyak pembahasannya.

    ReplyDelete
  28. Mengenai obat-obatan, memang benar sekali kata Anda, yang halal pun bisa menjadi haram bila dikonsumsi berlebihan, tapi ada satu yang mau saya tambahkan. Bila Anda cermat, pernahkah Anda melihat ada label "halal" pada obat? Pasti tidak. Karena MUI memang belum melakukannya. Dan hal ini juga menjadi kontraversi, sebab bila hal itu diterapkan maka akan banyak sekali didabati obat yang mengandung zat haram. Siapa yang saat ini menguasai obat-obatan? Tak lain adalah Yahudi.

    On 11/4/10, Armie Zian wrote: > Wah, sepertinya Anda kurang atau belum tahu tentang betapa sebenarnya > msg (Monosodium glutamat) itu sangat berbahaya dan hasil konspirasi > Yahudi yang berhasil masuk ke makanan-makanan kita. Coba dicari aja di > internet, pasti banyak pembahasannya. > >

    ReplyDelete
  29. yah, siap gak siap memang kita kudu siap menerima kritikan ttg apa yg kita tulis ya...
    aplg kalo tulisan kontroversial seperti jihad gt....hehehe

    ReplyDelete
  30. Betul sekali itu. Supaya kita bisa menyadari kekeliruan kita.

    ReplyDelete
  31. @dgn dalil yg syar'i ana komentar tp dari pembahasan yg antum lakukan: ana nilai antum tetap g bisa memberikan komentar tentang hal2 yg pokok dlm islam.....
    antum g kepikir ya demokrasi yg d agung2kan barat jg konsfirasi musuh islam yg para pembelanya pernah naik haji bukan hanya sekali bahkan ada yg beberapa kali,

    Vany : jihad itu perintah dan org yg mengaku islam wajib berjihad jika sdh terpenuhi syarat2 jihad tersebut..........

    ya beginilah hasil dari pancasila yg sdh mengakar menolak syariat tp berlapang dada dgn hukum kafir

    @zian: dari awal komentar antum g pernah jelas,,antum pakai hadist dgn penjelasan tdk pd tempatnya.......ana sodorkan dalil2 yg kuat tentang kepemimpinan antum sendiri tdk pernah ngebahas yg antum bahas masalah fasilitas yg sedang ada d jaman kt sekarang ...sampai muamalah yg antum sendiri tdk ngerti

    bukankah tadi sudah Anda terangkan bahwa ada yang namanya Kafir Zimmi yang kita tak boleh mengusiknya? Nah, bukankah mereka itu hanya kafir zimmi yang tidak ada sangkut pautnya dengan pemerintahan, bukan kafir harbi? Belum lagi jika seandainya (dan ini sangat mungkin) di sana ada orang Muslim.
    (ana sarangkan antum banyak cari pengetahuan tentang islam dari komentar antum tentang kafir dzimmi saja sdh angat jls antum tdk mengetahui apa itu kafir dzimmi,maslah ada org muslim yg terbunuh ana sarankan antum buka Al Qur'an An Nisa ayat 92....)

    maslah aqidah berbicaralah dgn dalil jgn menurut teori atau logika apalg yg menyangkut mengelurkan seseorg dari ke islaman

    ana tdk akan heran atau merasa aneh terhadap komentar antum, kalau pun antum tetap pd pendirian antum,kewajiban ana hanya menyampaikan,kalau antum tetap berpendapat bahwa ulil amri yg patut d patuhi itu adalah yg bukan sistem islam maka ana jg sdh jwbannya yaitu QS, An Nisa 59-61 yg ana tulis d atas

    ana beri keterangan sedikit ya: siapa tahu bisa jd bahan renungan dan dpt merubah pola pikir antum dan ikhan2 sekalian yg koment d sini

    Adapun yg sering d pakai oleh pentolan thogut(pemrintah RI ini) atau org yg mendukungnya mereka (Qs:4:59),tentang wajib taat kepada ulil amri.bila dilihat kalimatnya ayat tersebut: Ulil'amri Minkum,kalimat minkum, mim nya itu adalah kalimat jama'ma'na nya kamu semua org ,mu'min,jadi bila di artikan secara lemgkap. Ulil'amti minkum berarti: Pemimpin diantara kamu org beriman.

    sedangkan pemimpin Thogut ini KTP nya Islam tp dia bukan mu'min.ciri2 yg mudah ketidak mu'min nya,Dia menolak syariat islam, dia berwala kepada kafir yahudi dan nasrani, dia jg tdk baro' kepada mereka malah bermudahanah,Pemimpin macam ini oleh ulama shalaf sbg murtad dan di zaman khalifah Abu Bakar dan Umar. Diperangi dan d ganti dgn pemimpin yg baru

    : betapa berninya mereka berdalil membolehkan taat kepad thogut ini

    nah saudaraku zian semoga ada manfaatnya,untuk kita dan yg lainnya Amin ya robbal almin

    ReplyDelete
  32. ralat: ana beri keterangan sedikit ya: siapa tahu bisa jd bahan renungan dan dpt merubah pola pikir antum dan ikhwan2 sekalian yg koment d sini

    ReplyDelete
  33. Bincang-bincang yang sangat bagus untuk saudara2 sekalian..:-)

    Isyarat kepada hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari shahabat Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah aku beritahukan kepadamu tentang pokok pangkal dari semua urusan tiang dan puncak yg tertinggi?” Aku berkata: “Ya wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Pokok pangkal dari urusan ini adl Islam tiang adl shalat dan puncak yg tertinggi adl jihad.”

    ReplyDelete
  34. @akh: firdaus, antum begitu bersemangat dan menggebu-gebu, jadi ingat dengan om saya, saifullah, beliau pernah terlibat bom bali 1, walau secara tidak langsung. Sekarang saya mau bertanya. Orang kafir itu kan halal darah dan jiwanya, sedangkan orang yang tidak berhukum pada hukum islam kata antum (menurut al-qur'an) adalah kafir. Jadi penduduk Indonesia di luar kelompok anda adalah kafir ya, dan mereka semua halal darah dan jiwanya ya, sehingga layak dibom ya. Afwan, cuma bertanya, maklum saya orang bodoh dan takut dibom.

    ReplyDelete
  35. Nurhayadi :nama om antum sangat bagus, sangat sulit menjelaskan tdk dgn tatap muka
    antum hrs membedakan yg kafir adalah negeri ini dan systemnya adapun org yg d dlm tdk bisa dikatakan kafir membabi buta(kafir semuanya)

    ada yg karena terpaksa menuruti aturan negara ini maka dia tdk bisa dkatakan kafir(dan ini utk kemaslahatan dirinya) adapun masalah aqidah adalah wajib sesuai islam

    d jelaskan d dlm QS. Al MAidah ayat 44 : yg tdk memutuskan dgn apa yg olrh ALLAH SWT turunkan maka mereka adalah kafir
    ayat 45 s/d 47 mengatakan zalim dan fasik

    ana akan ambil sedikit pengetahuan yg pernah ana baca dr buku Al Jihadu Sabiluna karangan Abdul BAqi Ramdun

    adapun yg tdk memutuskan dgn apa yg ALLAH turun kan adalah prmimpin yg menganti hukum ALLAH dan dia menganggap hukum itulah yg benar seperti kuhp plus pancasilanya,komunis,kapitalis,dll maka org ini jelas sdh kafir adapun yg mengikuti dan meyakini bahwa hukum yg dia ikuti ini adalah benar maka org ini pun akan termasuk dlm golongannya tentunya berbeda dgn org dlm keterpaksaan tp lebih baik kt tunjukan sikap kt bahwa kt benci dgn hukum yg mereka buat jd jagn randomh

    adapun yg zalim adalah seorang pemimpin dia tetap menancapkan islam sbg way of life negerinya tp ada persoalan dgn seorg yg ada d negerinya dan dia memutuskan perkara tdk sesuai dgn hukum islam padahal dia th itu salah tp tetep dia putuskan karena dendam atau ada msalah lain sehingga dia tdk memberikan keadilan berdasarkan islam nah org macam ini terkena ayat yg menerangkan yg tdk memutuskan dgn apa yg ALLAH urunkan maka meraka adalah org2 zalim adapun pendapat imam2 yg berkata nanti ana sampaikan lg

    ana tdk bisa terlalu panjang lebar hari ini kebetulan ana ada kepentingan d banjarmasin



    oh iya masalah bom,tdk sembarangan melakukan bom dan sangat perhitungan apalg menyangkut nyawa org islam...(coba antum baca buku Asy Syahid (InsyaAllah) imam samudra(Abdul Aziz) AKU MELAWAN TERORIS disana akan antum dapati jawaban2 dari peretanyaan BOM BALI JIHADKAH,KENAPA HARUS DI BALI,EKONOMI INDONESIA HANCUR GARA2 BOM BALI, ADA ORG YG MATI TERBUNUH SAAT BOM TERJADI, DLL ALAMAT ANTUM D MANA SiAPA TH ANA DPT MENUNJUKAN D MANA ANTUM MENDAPATKAN BUKU ITU, karena buku itu terbatas dan penguasa dan ulama2 su mereka kebakatan jenggot dgn buku itu dan mereka sangat takut dgn org yg beriman

    semoga ukhuwah Islamiyah tetap terjaga.
    Jazakumullahu khairan

    ReplyDelete
  36. @firdaus, wah...masih semangat rupanya. Bagi saya sudah cukup penjelasan antum, dari semua ini saya mendapatkan kesimpulan tentang pemikiran antum. Biarlah kesimpulannya tidak usah saya ungkapkan. Saya tingga di solo, jadi saya tidak susah memperoleh buku imam samudra di th 2004, karena dicetak oleh jazera yang ada di solo. Juga saya mudah untuk mendapatkan buku bantahannya yang dikarang oleh ust. Lukman Ba'abduh, ustadz salafy (seorang ulama su' dalam pandangan antum). Saya baca kedua buku itu, kedua-duanya ada yang membuat hati ini cocog namun ada juga bagian yang tidak cocog. Mungkin kalo antum yang bukunya imam samudra 100% setuju, dan yang ust. Lukman baru lihat covernya aja dah langsung kurang respek... Mengenai buku jihad sabiluna karya syaikh Abdul Baqi' Abdul Qadir Romdhun, ulama dari kota khoms Syiria, saya juga tidak susah mendapatkannya di tahun 2000an, karena dicetak oleh pustaka al alaq solo. Kalo yang ini saya 100% respek, karena mengingat kapasitas beliau sebagai ulama. Jazakallahu khair atas perhatiannya.

    ReplyDelete
  37. Jazakallahu untuk owner blog ini, mas zian, yang mengijinkan saya untuk berkomentar banyak. Lebih semangat menuntut ilmu dienullah, juga lebih semangat mendakwahkannya. Dengan berani mendakwahkannya berarti berani belajar.

    ReplyDelete
  38. Sama! Saya juga takut dibom.

    ReplyDelete
  39. Tapi kok kenyataanya Islam jadi tambah terpuruk ya? Dan orang yang pakai baju gamis + berjenggot dan isrinya pakai cadar lantas dicurigai teroris ya?

    ReplyDelete
  40. Sama-sama. Terimakasih pula atas kunjungan dan komentarnya. Senang mendapat komentar dari saudara semua.

    ReplyDelete
  41. em senang melihat komentar2 di blog ini..bagi nurhayadi,apakah saudara sudah membaca buku Asy Syahid imam samudra(Abdul Aziz) AKU MELAWAN TERORIS?sepatutnya saudara menceritakan pemahaman saudara tentang buku tersebut..sekiranya belom,saudara perlu membacanya,kerana seeloknya perkara yg samar2 patut diperjelaskan

    ReplyDelete
  42. terimakasih kunjungannya.

    ReplyDelete